MALAIKAT KECIL DARI TUHAN





Kategori(Sub)
: Fiksi (Novel)
ISBN
: 978-979-29-2097-0
Penulis
: Kompak FK UNUD
Ukuran⁄Halaman
: 14x21 cm² ⁄ xiv+250 halaman
Edisi⁄Cetakan
: I, 1st Published
Tahun Terbit
: 2014
Berat
: 291 gram
Harga
: Rp 45.000,-   Diskon 20%
Harga Diskon
: Rp 36.000,-


Cerita yang memotivasi saya agar para pembaca selalu mempunyai semangat dan pantang menyerah dalam menghadapi hidup yang sulit melintang
Cerita bermula dari seorang ibu yang mengalami kisah kecil yang tragis dari seorang ayah meninggal dunia dan ibu yang mengalami syok setelah mengetahui suaminya meninggal seiring waktu ia (ibu) mengalami stroke sampai melumpuhkan setengah dari badannya, semenjak itu aku di umurku yang menginjak 7 tahun harus bisa mempertahankan hidupku dengan seorang yang kucintai yaitu ibuku di kota kelahiranku, kota surabaya.
Tahun-tahun berlalu hingga aku anak yang dari umur 7 tahun beranjak dewasa menghadapi dengan cobaan yang pedih bersama penyemangatku seorang ibu. Namun kini ia telah tiada meninggalkan semua yang ada di kehidupan ini, termasuk meninggalkanku. Di hari itu juga aku bingung harus kemana rah ku beranjak rasanya telah hampa di tinggalkan.
Hingga sampai aku terperosok ke dalam dunia malam menjadi wanita ‘penghibur’ untuk aku bertahan hidup. Sedih bila aku mengingat beribu rayuan, pujian dari para lelaki hidung belang yang menkmati tubuhku, sebab rasa malu, lelah, hinaan, cibiran, tatapan, sinis selalu kudapatkan sepulang dari pekerjaan kotorku.
Seorang putri terlahir yang sama cantiknya denganku, ia (putri) menjadi teman juga sahabat tempatku bercerita. Di samping itu aku menjadi sosok ibu sekaligus ayah untuk bisa menyenangkan putri, aku telah berhenti dari pekerjaan yang sangat aku tidak ingin kujalani dari penghasilan tersebut kugunakan untuk bisnis apa adanya yaitu bisnis jual kue/roti.
Aku dan mbok minah senang dengan kehadiran putri yang terus tumbuh menjadi putri yang sangat cantik dan juga membutuhkanku dalam tahap pendewasaannya. Bisnisku terus berkembang pesat dan banyak dukungan dari sekitarnya juga berkat putri yang selalu membantuku.
Aku semakin bersemangat dalam pekerjaanku sekarang putri tambah dewasa ia sekarang duduk di bangku SMA walau aku sangat bersemangat dalam bekerja tapi lain dengan fisikku yang terus lemah dan sakit-sakitan. Hari demi hari kulalui sakit ini dengan senag hati juga menghiraukan sakit pada kemaluanku, hari itu juga putri berumur 17 tahun ia menjadi sosok yang cantik juga bertambah dewasa. Saat itu juga aku ke kamar putri untuk mengucapkan selamat ulang tahun juga kasih apa yang ia mau di ulang tahunnya yang ke-17.
Aku menanyakan apa yang ia mau di ulang tahunnya, ia hanya menjawab hanya ingin meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah di kedokteran universitas indonesia di jakarta, seketika aku terdiam dan hanya ia mengiyakan saja namun aku juga sedih mendengar apa yang ia mau karena akan meninggalkan aku bersama mbok minah di rumah tanpa tawa dan canda putri yang membuatku merindukannnya.
Setelah acara kelulusan telah berakhir, putri meminta izin untuk hangout dengan teman-teman SMA-nya. Dalam perjalanan pulang aku mersakan nyeri yang hebat pada kemaluanku setelah itu aku ke rumah sakit untuk meminta diagnosis pada penyakit yang kuraskan. Mendengar perkataan dokter membuatku teringat apa yang terjadi pada bapakku yaitu kanker, bahwa aku terkena kanker serviks stadium 3.
Aku tidak ingin memberitahu tentang penyakitku pada mbok minah juga pada putri karena aku ingin putri fokus pada kuliahnya dan tak ingin merusak kebahagiannnya. Jadwal keberangkatan putri menuju kota jakarta pun telah tiba. Aku dan mbok minah mengantarnya dengan penuh tangis perpisahan. Kupeluk erat-erat dan menciumi kening serta pipinya, seraya terisak.
Selama empat bulan, aku terus mencari dan mencoba seluruh pengobatan non-medis untuk penyakitku. Aku tetap bekerja seperti biasanya. Dua bulan setelah itu, Putri pulang kerumah dengan membawa IP yang bagus. Selama dua minggu putri dirumah, dia membantu mengurus toko.
Kembalinya putri ke Jakarta, aku yang sedang melayani konsumen secara langsung mendadak lemah dan jatuh. Terbangunnya aku berada di rumah sakit dengan menggunakan selang dihidung dan pergelangan tanganku. Ternyata mereka baru saja mengangkat rahimku. Akupun menerima harapan umur maksimal hanya dalam beberapa tahun.
Detik demi detik berlalu. Aku akan terus bersabar dan menunggu satu hal dalam hidupku, yakni mimpi anakku. Aku hanya berdoa dan berharap Tuhan akan memperpanjang hidupku sebentar saja, hanya sekadar untuk melihat Putri dengan gelar dokternya. Inilah permintaan terakhirku pada-Nya.
     

MALAIKAT KECIL DARI TUHAN

Posted by : Unknown 0 Comments

- Copyright © 2013 Writings Show your Personality, do you Agree? - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Rayzo Hanz -